Unsur unsur yang terdapat dalam konseling
.bimbingan
pribadi,yaitu beberapa masalah pribadi yang menimbulkan konflik.
.bimbingan
sosial,individu mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan kelompok.
.bimbingan
belajar,adalah masalah kegiatan dlm belajar sangat sulit dalam memahami
pembelajaran tersebut
.bimbingan
karier,adalah individu kurang memahami pekerjaan itu dan sulit untuk
mengerjakan pekerjaan tersebut
Unsur-unsur
Pokok dalam Konseling
A.
Karakteristik Konselor
Uraian ini
berisi ringkasan hasil-hasil riset yang berkaitan dengan karakteristik konselor
dan konseli, yang meliputi:
1. Pendekatan, teknik dan kriteria untuk mempelajari konselor
a. Pendekatan Terhadap karakteristik konselor
1) Pendekatan Spekulatif
Pendekatan ini
menetapkan sejumlah sifat yang dianggap menunjang tugas konselor, antara lain:
pengetahuan, sikap simpatik, persahabatan punya humor stabil emosinya, sabar,
obyektif hormat, jujur, setia pada tujuan, toleransi, tenang, rapih/tertib,
ramah, selaras, dan intelegensi sosial. Ada juga yang menunjuk syarat pokok
konseling, yaitu: percaya pada kemampuan tiap individu, mengakui nilai
individu, memiliki kewaspadaan, terbuka, memahami pribadi, dan memiliki tanggung
jawab prifesional.
2) Mengidentifikasi
kelompok aktif dan kurang efektif. Pendekatan ini didasarkan atas eksperimen 2
kelompok, yang menguji beberapa variabel karakteristik.
3) Pendekatan
Hipotesis
Pendekatan ini
berdasarkan hipotesis bahwa ada karakteristik tertentu yang membedakan konselor
efektif dan kurang efektif yang kemudian diadakan penalitian.
4) Pendekatan
Analisa Korelasi
Yaitu analisa
korelasi antara berbagai variabel karakteristik dengan kriteria konselor
efektif.
b. Teknik yang
digunakan untuk menilai karakteristik konselor
1) Self-report
technique
Dengan teknik
ini, konselor yang bersangkutan menilai keefektifan dirinya sendiri baik dengan
menggunakan alat yang sudah baku atau yang tidak baku.
2) Rating technique
Digunakan 2
cara:
a) Mengidentifikasi
sendiri ciri-ciri kepribadian konselor yang efekif
b) Penilaian
ciri-ciri kepribadian konselor melalui supervisor.
2. Karakteristik Konselor
Hal-hal yang yang berkaitan dengan karakteristik konselor yang melipiti:
a. Sikap
b. Ras, jenis
kelamin, dan umur
c. Pengalaman
d. Transparency
e. Aktivitas
konselor
f. Motivasi dan
harapan untuk berubah
g. Persamaan
konselor dengan konseli
h. Persepsi
i.Kecemasan
j.Komunikasi
k. Konsep diri
l.Kebutuhan dan nilai-nilai
B. Karakteristik
konseli
Karakteristik
konseli yang turut mempengaruhi efektifiotas konseling adalah:
1. Kesamaan dengan
konselor
2. Harapan-harapan
Harapan klien
tergantung pada sikap-sikap terapis, ada juga harapan yang dapat merugikan
konseling adalah harapan klien untuk mjendapatkan terapi medis,termasuk
penggunaan obat-obatan.
3. Kebutuhan akan
perubahan
Kebutuhan klien
akan perubahan dan pemahaman empatik dari pihak konselor berpengaruh langsung
terhadap hasil konseling.
4. Perbedaan
kelamin
5. Sifat
menyenangkan
6. Kesehatan
mental
7. Ketergantungan
C. Harapan Konseling
1. Harapan-harapan
konseli
Kebanyakan
konseli mengharapkan bahwa dengan konseling, mereka akan mengelola pemecahan
masalah pribadi yang dihadapinya seperti
a. Siswa-siswa
sekolah menengah
b. Mahasiswa-mahasiswa
perguruan tinggi
2. Harapan-harapan
orangtua
Para orangtua
mengharap bahwa konseling dapat membanti siswa dalam memilih bidang studi dan
membantu formulasi rencana pendidikan dan pekerjaanya kelak
3. Harapan-harapan
guru
Guru
mengharapkan konseling untuk mengurangi atau mengeliminasi perilaku murid yang
menjadi penyebab keributan atau gangguan kelas, guru mengharap agar para
konselor terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dapat membuat pengajaran lebih
mudah dan efektif.
4. Harapan-harapan
administator sekolah
a. Mereka
beranggapan bahwa akan membawa sekolah ke arah organisasi sekolah yang efisien
b. Bahwa para
administator sekolah terutama memnadang konseling sebagai penasehat
c. Administator
sekolah kurang atau tidak mengharapkan pada konseling.
d. Para
administator mengharap agar konseling dapat memecahkan setiap kesulitan
5. Harapan-harapan
instanso pemerintah
Instansi-instansi pemerintah nampaknya mengharap diantara dua hal mengenai konseling.
Pertama, konseling dapat mengidentifikasi orang orang yang berbakat. Kedua,
konseling digunakan untuk menempatkan pemuda-pemuda pada jabatan-jabatan
bilamana manpower kurang.
D. Tujuan Konseling
1. Perubahan
Perilaku
Rogers
(Shertzer & Stone, 1980) menunjukan bahwasalah satu hasil konseling adalah
bahwa pengalaman-pengalaman tidak terasa menakutkan, individu kecemasannya
berkurang, dan cita-citanya hampir lebih harmonis dengan presepsi tentang
dirinya dan nampak lebih berhasil.
2. Kesehatan
Mental Yang Positif
Thorne
(Shertzer & Stone, 1980) mengatakan bahwa tujuan utama konseling adalah
menjaga kesehatan mental dengan mencegah atau membawa ketidakmampuan
menyesuaikan diri atau gangguan mental.
3. Pemecahan
Masalah
Klien datang ke
konselor karena telah percaya bahwa konselor akan membantu klien untuk
memecahkan masalahnya. Selanjutnya ia menyatakan bahwa konselor behavioral
karena terutama membantu klien merubah perilaku yang diingininya.
4. Keefektifan
Personal
Blocher memperkenalkan
dua tujuan konseling. Pertama, konseling ingin memeksimalkan kemungkinan
kebebasan individual dalam keterbatasan-keterbatasan yang berlaku bagi dirinya
dan kingkungannya. Kedua, konseling ingin memaksimalkan keefektifan indifidual
dengan memberinya kesanggupan mengontrol lingkungan dan response-response
pada dirinya yang ditimbulkan oleh lingkungan.
5. Pengambilan
keputusan
Bukan pekerjaan
konselor untuk menentukan keputusan yang akan diambil oleh konseli atau
memilihkan alternatif tindakan baginya. Keputusan-keputusan ada pada konseli
sendiri, dan ia harus tau mengapa dan bagaimana ia melakukannya.
E. Unsur Penunjang
Konseling
1. Kondisi-kondisi
Eksternal
a. Penataan fisik
Keadaan serta
lingkungan yang menyenangkan dan mendatangkan rasa indah bagi konselor dan
konseli dapat membantu proses koinseling berjalan dengan baik.
b. Proxemics
Berhububgan
dengan jarak dan posisi antara konselor dan konseli yang ideal demi
terlaksananya proses konseling yang diharapkan.
c. Privacy
Sesuatu hal
yang mpenting dan berkaitan dengan pengaturan fisik adalah keleluasaan pribadi.
Bila perasaan percaya konselor harus dilindungi, perasaan aman yang berhubungan
dengan keleluasaan pribadi tidak dapat diabaikan.
2. Ciri-ciri Khas
Tersuluh
Banyak faktor
yang mempengaruhi proses konseling diantaranya adalah pengalaman konseli, latar
belakang kebudayaan, ekspektasinya terhadap konselor, kondisi ekonomi, dll.
3. Sikap-sikap
Konselor
Sikap-sikap dan
cara pendekatan konselor terhadap seseorang dan semua apa yang dikerjakan dalam
konseling berpengaruh pada hubungan konseling. Konselor merupakn kunci
pemrakarsa dan mengembang daripada hubungan.
a. Belief
(kepercayaan)
Perasaan
tentang sesuatu yangg dianggap riel dan benar.
b. Values
(nilai-nilai)
Petterson
menunjukkan bahwa nilai-nilai konselor mempengaruhi hubingan ethic hubungan
konseling, tujuan konseling, dan metode yang digunakan untuk konseling.
c. Penerimaan
Penerimaan dan
pemahaman begitu sesuai, terutama penggunaanya dalam proses konseling serta
sangat penting dalam menunjang setiap hubungan antar manusia. Beberapa penulis
juga mengklasifikasikannya sebagai teknik, sebagian lagi sebagai sifat.
d. Pemahaman
Tiap orang
ingin dipahami dan melalui understanding, bantuan dapat diberikan. Konselor
harus mengerti konseli jika dia ingin hubungan konselingnya berhasil.
e. Tingkatan-tingkatan
Pemahaman
Menurut Davis
1963 ada empat tingkatan pemahaman, yaitu:
·
Pertama, pemahaman tentang individu lain seperti tingkahlakunya,
kepribadiannya, minatnya, dsb.
·
Kedua, perpaduan antara pemahaman secara verbal atau intelektual dengan
pemahaman secara behavioral atau operasional.
·
Ketiga, pemahaman yang dijabarkan secara langsung dari individu lain untuk
memahami dunia internalnya.
·
Keempat, tingkatan memahami dirinya sendiri secara lebih dalam.
4. Kondisi-kondisi
Internal
a. Rapport
Rapport berarti
hubungan kerja yang tepatyang telah ditimbulkan dan dicapai antara konseli dan
konselor.
b. Empathy
Kekuatan untuk
mengerti perasaan-perasaan orang lain tanpa merasakan sepenuhnya apayang
dirasakan oleh orang lain itu.
c. Genuineness
(kesungguhan)
Rogers
menyatakan Guineness berarti bahwa perasaan yang dialami dpat digunakan
olehnya, berguna untuk kesadarannya, bahwa dia dapat bertahan terhadap
perasaan-perasaan ini, menggunakanya dalam hubungan dan dapatmenghubungkan
dengan tepat dan berfaedah.
d. Attentiveness
(penuh perhatian)
Attentiveness,
perhatian membutuhkan ketrampilan dalam mendengarkan dan mengamati, dengan itu
konselor mengetahuio dan mengerti inti, isi, dan apa yang dirasakan oleh
konseli.
e. Hubungan
Hubungan antara
manusia dalam konseling adalah hubungan yang timbal balik dan saling mempengaruhi
antar anggota-anggota yang terlibat di dalam hubungan tersebut.
2
).bimbingan merupakan pertolongan yang menuntun.yang merupakan suatu tuntunan
,memberikan bimbingan bila keadaan menuntut,bimbingan secara aktif,yaitu
memberikan arah kepada yang dibimbingnya ,disamping itu ,bimbingan juga
mengandung makna memberikan bantuan atau pertolongan dgn pengertian bahwa dalam
menentukan arah diutamakan kepada yang dibimbingnya.bimbingan itu diberikan
kapada seorang individu atau sekumpulan individu secara individual dan
kelompok.yang dapat diberikan baik untuk menghindari kesulitan-kesulitan maupun
untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh individu didalam
kehidupannya.sedangkan konseling merupakan seorang konselor yang terlatihdan
seorang konseli ,dimana keterampilan si konselor,dan situasi yang diciptakan olehnya
menolong konseli dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi konseli tersebut.
Yang
menggambarkan perbedaan tersebut adalah:
_bimbingan
diberikan kepada individu yang belum bermasalah sedangkan konseling diberikan
kepada individu yang sedang bermasalah.
3) .jelas keberadaan bimbingan dan konseling
disekolah sangat dibutuhkan karena dapat membantu siswa yang bermasalah dalam
belajar ataupun masalah pribadi yang dihadapinya agar dapat menentukan titik
celah penyelesaian masalah tersebut.dan memberikan arahan kepada siswa-siswa
disekolah.
4 ).fungsi
bk diantaranya adalah:preventif,kuratif,development
.
Fungsi
Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor
untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan
berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh peserta didik. Melalui
fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara
menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.
Adapun teknik yang dapat digunakan adalah layanan orientasi, informasi, dan
bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para
siswa dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan,
diantaranya : bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex).
.
Fungsi
Perbaikan (Penyembuhan), yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Fungsi
ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah
mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun
karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.
. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Fungsi pengembangan (development),
yaitu bantuan yang diberikan konselor kepada siswa agar ia mampu mengembangkan
diri secara optimal. Siswa menyadari akan potensi yang dimiliki akan berusaha
memanfaatkan potensi tersebut dengan sungguh-sungguh.
Bimbingan berfungsi preventif, pencegahan terjadinya atau
timbulnya masalah dari anak-anak didik dan berfungsi preservation, memelihara
situasi-situasi yang baik dan menjaga supaya situasi-situasi itu tetap baik.
Bimbingan berfungsi mengembangkan secara maksimal apa yang dimiliki anak didik
dan apa yang telah dicapainya. Dimana usaha-usaha yang bersifat preventif
adalah berusaha menghindarkan atau mencegah terjadinya pengaruh-pengaruh yang buruk dan menimbulkan
masalah-masalah pada diri anak didik, memelihara situasi-situasi yang baik dan
menjaga supaya situasi-situasi yang baik itu tetap baik. Sedangkan usaha
pengembangan adalah mencoba untuk mengembangkan serta menumbuhkan cara berfikir
dan bertingkah laku yang dapat membantu anak didik mengembangkan dirinya secara
maksimal. Pengembanagan ini sudah barang tentu disesuaikan dengan berbagai
kemungkinan yang ada pada diri anak serta lingkungannya.
5 ). Kegiatan bimbingan konseling mencakup 4 bidang :
1. Bidang Pribadi
Layanan bimbingan diberikan kepada siswa untuk menemukan dan mengembangkan diri pribadi sehingga menjadi pribadi yang mantap dan mandiri. Di bidang ini juga membahas masalah-masalah pribadi.contohnya:murid yang mempunyai masalah dengan keluarganya
2. Bidang Sosial
Layanan bimbingan diberikan kepada siswa untuk mengenal lingkungannya sehingga mampu bersosialisasi dengan baik dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab.contohnya:murid yang tidak percaya diri
3. Bidang Belajar
Layanan bimbingan yang diberikan kepada siswa untuk dapat membentuk kebiasaan belajar yang baik. Selain itu bidang belajar ditujukan untuk mengembangkan lebih lanjut rasa ingin tahu dan memunculkan semangat dan motivasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.contohnya: murid yang bermasalah karena kesulitan dalam mengikuti pelajaran.
4. Bidang Karier
Layanan bimbingan kepada siswa yang merencanakan dan mengembangkan masa depan, berkaitan dengan dunia pendidikan dan dunia kerja.contohnya:individu yang kesulitan dalam pekerjaannya yang kurang memahami pekerjaan tersebut.
6 ).guru ( Mapel
) harus memahami dan mencari tau dimana kesulitan murid tersebut dalam belajar
dan guru mapel harus bekerjasama dengan guru ( BP ) atau bk dalam menyelesaikan
permasalahan murid tersebut dengan cara murid dipanggil oleh guru BP dimintai
keterangan dimana letak kesulitan belajar murid itu sehingga guru BP tau letak
kesulitan belajarnya dan cara penyelesaiannya ,dan guru BP harus memberi tau
kepada guru Mapel dimana letak kesulitan permasalahan murid tersebut sehingga
permasalahan dlm belajar murid yang bermasalah itu dapat diselesaikan sesuai
yang diinginkan atau yang diharapkan si
murid.
7 ). Menurut
saya bimbingan tersebut tergantung terhadap murid tersebut,biasanya murid sd
itu sering melanggar aturan dan tidak patuh kepada sipembimbing,bandel dan
susah dituntun atau diberi arahan itu yang biasanya mengakibatkan sipembimbing
sangat sulit membimbing murid-murid sd tersebut. sedang kan dari posisi
membimbing murid smp itu biasanya murid
smp cenderung bermasalah karena ajakan teman yang tidak baik atau (yang disebut
kenakalan remaja ,pengaruh lingkungan,dan sering juga melanggar aturan
disekolah,seperti membolos,tidak mengerjakan tgs,dan lain sebagainya sedangkan
murid sma itu disebut labil dia susah disebut remaja,ataupun dewasa karena
masih ada sifat kekanak-kanakannya,murid
sma tersebut kadang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri karena dia tau mana yang baik dan mana yang
buruk sehingga dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri maka dari itu sma
kurang bermasalah.
