Kamis, 30 Oktober 2014

pengertian konseling dan unsur-unsur konseling



1 ).konseling merupakan bantuan yang diberikan kepada individu untuk    memecahkan masalah kehidupannya dengan cara wawancara dan dengan cara yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi individu untuk mencapai kesejahteraan hidupnya,konseling juga merupakan hubungan antara seorang penolong yang terlatih dan eseorang yang mencari pertolongan ,dimana keterampilan si penolong dan situasi yang diciptakan olehnya menolong orang untuk belajar berhubungan dengan dirinya sendiri dan orang lain.

Unsur unsur yang terdapat dalam konseling
.bimbingan pribadi,yaitu beberapa masalah pribadi yang menimbulkan konflik.
.bimbingan sosial,individu mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan kelompok.
.bimbingan belajar,adalah masalah kegiatan dlm belajar sangat sulit dalam memahami pembelajaran tersebut
.bimbingan karier,adalah individu kurang memahami pekerjaan itu dan sulit untuk mengerjakan pekerjaan tersebut

Unsur-unsur Pokok dalam Konseling

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhupbyel4QPCbQ_rvHql0clkTSlsq_y3QP8EDt8pIGVl1rW9cG5bF__n4xz_My3i-r2cecbRJ1GbG0Bso-A3Wg8vWEeKE6yIQf5cgM8fG5luuBnxOiQptcBfdn3FI2pePSJdVc3Nj0Vsnw/s1600/proses-konseling.jpg

A.    Karakteristik Konselor
Uraian ini berisi ringkasan hasil-hasil riset yang berkaitan dengan karakteristik konselor dan konseli, yang meliputi:
1.      Pendekatan, teknik dan kriteria untuk mempelajari konselor
a.       Pendekatan Terhadap karakteristik konselor
1)      Pendekatan Spekulatif
Pendekatan ini menetapkan sejumlah sifat yang dianggap menunjang tugas konselor, antara lain: pengetahuan, sikap simpatik, persahabatan punya humor stabil emosinya, sabar, obyektif hormat, jujur, setia pada tujuan, toleransi, tenang, rapih/tertib, ramah, selaras, dan intelegensi sosial. Ada juga yang menunjuk syarat pokok konseling, yaitu:  percaya pada kemampuan tiap individu, mengakui nilai individu, memiliki kewaspadaan, terbuka, memahami pribadi, dan memiliki tanggung jawab prifesional.
2)      Mengidentifikasi kelompok aktif dan kurang efektif. Pendekatan ini didasarkan atas eksperimen 2 kelompok, yang menguji beberapa variabel karakteristik.
3)      Pendekatan Hipotesis
Pendekatan ini berdasarkan hipotesis bahwa ada karakteristik tertentu yang membedakan konselor efektif dan kurang efektif yang kemudian diadakan penalitian.
4)      Pendekatan Analisa Korelasi
Yaitu analisa korelasi antara berbagai variabel karakteristik dengan kriteria konselor efektif.
b.      Teknik yang digunakan untuk menilai karakteristik konselor
1)      Self-report technique
Dengan teknik ini, konselor yang bersangkutan menilai keefektifan dirinya sendiri baik dengan menggunakan alat yang sudah baku atau yang tidak baku.
2)      Rating technique
Digunakan 2 cara:
a)      Mengidentifikasi sendiri ciri-ciri kepribadian konselor yang efekif
b)      Penilaian ciri-ciri kepribadian konselor melalui supervisor.

2.      Karakteristik Konselor
        Hal-hal yang yang berkaitan dengan karakteristik konselor yang melipiti:
a.       Sikap
b.      Ras, jenis kelamin, dan umur
c.       Pengalaman
d.      Transparency
e.       Aktivitas konselor
f.       Motivasi dan harapan untuk berubah
g.      Persamaan konselor dengan konseli
h.      Persepsi
i.Kecemasan
j.Komunikasi
k.      Konsep diri
l.Kebutuhan dan nilai-nilai

B.     Karakteristik konseli
Karakteristik konseli yang turut mempengaruhi efektifiotas konseling adalah:
1.      Kesamaan dengan konselor
2.      Harapan-harapan
Harapan klien tergantung pada sikap-sikap terapis, ada juga harapan yang dapat merugikan konseling adalah harapan klien untuk mjendapatkan terapi medis,termasuk penggunaan obat-obatan.
3.      Kebutuhan akan perubahan
Kebutuhan klien akan perubahan dan pemahaman empatik dari pihak konselor berpengaruh langsung terhadap hasil konseling.
4.      Perbedaan kelamin
5.      Sifat menyenangkan
6.      Kesehatan mental
7.      Ketergantungan

C.    Harapan Konseling
1.      Harapan-harapan konseli
Kebanyakan konseli mengharapkan bahwa dengan konseling, mereka akan mengelola pemecahan masalah pribadi yang dihadapinya seperti
a.       Siswa-siswa sekolah menengah
b.      Mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi
2.      Harapan-harapan orangtua
Para orangtua mengharap bahwa konseling dapat membanti siswa dalam memilih bidang studi dan membantu formulasi rencana pendidikan dan pekerjaanya kelak
3.      Harapan-harapan guru
Guru mengharapkan konseling untuk mengurangi atau mengeliminasi perilaku murid yang menjadi penyebab keributan atau gangguan kelas, guru mengharap agar para konselor terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dapat membuat pengajaran lebih mudah dan efektif.
4.      Harapan-harapan administator sekolah
a.       Mereka beranggapan bahwa akan membawa sekolah ke arah organisasi sekolah yang efisien
b.      Bahwa para administator sekolah terutama memnadang konseling sebagai penasehat
c.       Administator sekolah kurang atau tidak mengharapkan pada konseling.
d.      Para administator mengharap agar konseling dapat memecahkan setiap kesulitan
5.      Harapan-harapan instanso pemerintah
  Instansi-instansi pemerintah nampaknya mengharap diantara dua hal mengenai konseling. Pertama, konseling dapat mengidentifikasi orang orang yang berbakat. Kedua, konseling digunakan untuk menempatkan pemuda-pemuda pada jabatan-jabatan bilamana manpower kurang.

D.    Tujuan Konseling
1.      Perubahan Perilaku
Rogers (Shertzer & Stone, 1980) menunjukan bahwasalah satu hasil konseling adalah bahwa pengalaman-pengalaman tidak terasa menakutkan, individu kecemasannya berkurang, dan cita-citanya hampir lebih harmonis dengan presepsi tentang dirinya dan nampak lebih berhasil.
2.      Kesehatan Mental Yang Positif
Thorne (Shertzer & Stone, 1980) mengatakan bahwa tujuan utama konseling adalah menjaga kesehatan mental dengan mencegah atau membawa ketidakmampuan menyesuaikan diri atau gangguan mental.


3.      Pemecahan Masalah
Klien datang ke konselor karena telah percaya bahwa konselor akan membantu klien untuk memecahkan masalahnya. Selanjutnya ia menyatakan bahwa konselor behavioral karena terutama membantu klien merubah perilaku yang diingininya.
4.      Keefektifan Personal
Blocher memperkenalkan dua tujuan konseling. Pertama, konseling ingin memeksimalkan kemungkinan kebebasan individual dalam keterbatasan-keterbatasan yang berlaku bagi dirinya dan kingkungannya. Kedua, konseling ingin memaksimalkan keefektifan indifidual dengan memberinya kesanggupan mengontrol lingkungan  dan response-response pada dirinya yang ditimbulkan oleh lingkungan.
5.      Pengambilan keputusan
Bukan pekerjaan konselor untuk menentukan keputusan yang akan diambil oleh konseli atau memilihkan alternatif tindakan baginya. Keputusan-keputusan ada pada konseli sendiri, dan ia harus tau mengapa dan bagaimana ia melakukannya.

E.     Unsur Penunjang Konseling
1.      Kondisi-kondisi Eksternal
a.       Penataan fisik
Keadaan serta lingkungan yang menyenangkan dan mendatangkan rasa indah bagi konselor dan konseli dapat membantu proses koinseling berjalan dengan baik.
b.      Proxemics
Berhububgan dengan jarak dan posisi antara konselor dan konseli yang ideal demi terlaksananya proses konseling yang diharapkan.
c.       Privacy
Sesuatu hal yang mpenting dan berkaitan dengan pengaturan fisik adalah keleluasaan pribadi. Bila perasaan percaya konselor harus dilindungi, perasaan aman yang berhubungan dengan keleluasaan pribadi tidak dapat diabaikan.
2.      Ciri-ciri Khas Tersuluh
Banyak faktor yang mempengaruhi proses konseling diantaranya adalah pengalaman konseli, latar belakang kebudayaan, ekspektasinya terhadap konselor, kondisi ekonomi, dll.

3.      Sikap-sikap Konselor
Sikap-sikap dan cara pendekatan konselor terhadap seseorang dan semua apa yang dikerjakan dalam konseling berpengaruh pada hubungan konseling. Konselor merupakn kunci pemrakarsa dan mengembang daripada hubungan.
a.       Belief (kepercayaan)
Perasaan tentang sesuatu yangg dianggap riel dan benar.
b.      Values (nilai-nilai)
Petterson menunjukkan bahwa nilai-nilai konselor mempengaruhi hubingan ethic hubungan konseling, tujuan konseling, dan metode yang digunakan untuk konseling.
c.       Penerimaan
Penerimaan dan pemahaman begitu sesuai, terutama penggunaanya dalam proses konseling serta sangat penting dalam menunjang setiap hubungan antar manusia. Beberapa penulis juga mengklasifikasikannya sebagai teknik, sebagian lagi sebagai sifat.
d.      Pemahaman
Tiap orang ingin dipahami dan melalui understanding, bantuan dapat diberikan. Konselor harus mengerti konseli jika dia ingin hubungan konselingnya berhasil.
e.       Tingkatan-tingkatan Pemahaman
Menurut Davis 1963 ada empat tingkatan pemahaman, yaitu:
·         Pertama, pemahaman tentang individu lain seperti tingkahlakunya, kepribadiannya, minatnya, dsb.
·         Kedua, perpaduan antara pemahaman secara verbal atau intelektual dengan pemahaman secara behavioral atau operasional.
·         Ketiga, pemahaman yang dijabarkan secara langsung dari individu lain untuk memahami dunia internalnya.
·         Keempat, tingkatan memahami dirinya sendiri secara lebih dalam.
4.      Kondisi-kondisi Internal
a.       Rapport
Rapport berarti hubungan kerja yang tepatyang telah ditimbulkan dan dicapai antara konseli dan konselor.


b.      Empathy
Kekuatan untuk mengerti perasaan-perasaan orang lain tanpa merasakan sepenuhnya apayang dirasakan oleh orang lain itu.
c.       Genuineness (kesungguhan)
Rogers menyatakan Guineness berarti bahwa perasaan yang dialami dpat digunakan olehnya, berguna untuk kesadarannya, bahwa dia dapat bertahan terhadap perasaan-perasaan ini, menggunakanya dalam hubungan dan dapatmenghubungkan dengan tepat dan berfaedah.
d.      Attentiveness (penuh perhatian)
Attentiveness, perhatian membutuhkan ketrampilan dalam mendengarkan dan mengamati, dengan itu konselor mengetahuio dan mengerti inti, isi, dan apa yang dirasakan oleh konseli.
e.       Hubungan
Hubungan antara manusia dalam konseling adalah hubungan yang timbal balik dan saling mempengaruhi antar anggota-anggota yang terlibat di dalam hubungan tersebut.

2 ).bimbingan merupakan pertolongan yang menuntun.yang merupakan suatu tuntunan ,memberikan bimbingan bila keadaan menuntut,bimbingan secara aktif,yaitu memberikan arah kepada yang dibimbingnya ,disamping itu ,bimbingan juga mengandung makna memberikan bantuan atau pertolongan dgn pengertian bahwa dalam menentukan arah diutamakan kepada yang dibimbingnya.bimbingan itu diberikan kapada seorang individu atau sekumpulan individu secara individual dan kelompok.yang dapat diberikan baik untuk menghindari kesulitan-kesulitan maupun untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh individu didalam kehidupannya.sedangkan konseling merupakan seorang konselor yang terlatihdan seorang konseli ,dimana keterampilan si konselor,dan situasi yang diciptakan olehnya menolong konseli dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi konseli tersebut.
Yang menggambarkan perbedaan tersebut adalah:
_bimbingan diberikan kepada individu yang belum bermasalah sedangkan konseling diberikan kepada individu  yang sedang bermasalah.
 
 3) .jelas keberadaan bimbingan dan konseling disekolah sangat dibutuhkan karena dapat membantu siswa yang bermasalah dalam belajar ataupun masalah pribadi yang dihadapinya agar dapat menentukan titik celah penyelesaian masalah tersebut.dan memberikan arahan kepada siswa-siswa disekolah.

4 ).fungsi bk diantaranya adalah:preventif,kuratif,development
.      Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh peserta didik. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah layanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para siswa dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan, diantaranya : bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex).
.      Fungsi Perbaikan (Penyembuhan), yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.  
.       Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Fungsi pengembangan (development), yaitu bantuan yang diberikan konselor kepada siswa agar ia mampu mengembangkan diri secara optimal. Siswa menyadari akan potensi yang dimiliki akan berusaha memanfaatkan potensi tersebut dengan sungguh-sungguh.
Bimbingan berfungsi preventif, pencegahan terjadinya atau timbulnya masalah dari anak-anak didik dan berfungsi preservation, memelihara situasi-situasi yang baik dan menjaga supaya situasi-situasi itu tetap baik. Bimbingan berfungsi mengembangkan secara maksimal apa yang dimiliki anak didik dan apa yang telah dicapainya. Dimana usaha-usaha yang bersifat preventif adalah berusaha menghindarkan atau mencegah terjadinya  pengaruh-pengaruh yang buruk dan menimbulkan masalah-masalah pada diri anak didik, memelihara situasi-situasi yang baik dan menjaga supaya situasi-situasi yang baik itu tetap baik. Sedangkan usaha pengembangan adalah mencoba untuk mengembangkan serta menumbuhkan cara berfikir dan bertingkah laku yang dapat membantu anak didik mengembangkan dirinya secara maksimal. Pengembanagan ini sudah barang tentu disesuaikan dengan berbagai kemungkinan yang ada pada diri anak serta lingkungannya.

5 ). Kegiatan bimbingan konseling mencakup 4 bidang :
1. Bidang Pribadi
Layanan bimbingan diberikan kepada siswa untuk menemukan dan mengembangkan diri pribadi sehingga menjadi pribadi yang mantap dan mandiri. Di bidang ini juga membahas masalah-masalah pribadi.contohnya:murid yang mempunyai masalah dengan keluarganya
2. Bidang Sosial
Layanan bimbingan diberikan kepada siswa untuk mengenal lingkungannya sehingga mampu bersosialisasi dengan baik dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab.contohnya:murid yang tidak percaya diri
3. Bidang Belajar
Layanan bimbingan yang diberikan kepada siswa untuk dapat membentuk kebiasaan belajar yang baik. Selain itu bidang belajar ditujukan untuk mengembangkan lebih lanjut rasa ingin tahu dan memunculkan semangat dan motivasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.contohnya: murid yang bermasalah karena kesulitan dalam mengikuti pelajaran.
4. Bidang Karier
Layanan bimbingan kepada siswa yang merencanakan dan mengembangkan masa depan, berkaitan dengan dunia pendidikan dan dunia kerja.contohnya:individu yang kesulitan dalam pekerjaannya yang kurang memahami pekerjaan tersebut.

6 ).guru ( Mapel ) harus memahami dan mencari tau dimana kesulitan murid tersebut dalam belajar dan guru mapel harus bekerjasama dengan guru ( BP ) atau bk dalam menyelesaikan permasalahan murid tersebut dengan cara murid dipanggil oleh guru BP dimintai keterangan dimana letak kesulitan belajar murid itu sehingga guru BP tau letak kesulitan belajarnya dan cara penyelesaiannya ,dan guru BP harus memberi tau kepada guru Mapel dimana letak kesulitan permasalahan murid tersebut sehingga permasalahan dlm belajar murid yang bermasalah itu dapat diselesaikan sesuai yang  diinginkan atau yang diharapkan si murid.

7 ). Menurut saya bimbingan tersebut tergantung terhadap murid tersebut,biasanya murid sd itu sering melanggar aturan dan tidak patuh kepada sipembimbing,bandel dan susah dituntun atau diberi arahan itu yang biasanya mengakibatkan sipembimbing sangat sulit membimbing murid-murid sd tersebut. sedang kan dari posisi membimbing murid smp  itu biasanya murid smp cenderung bermasalah karena ajakan teman yang tidak baik atau (yang disebut kenakalan remaja ,pengaruh lingkungan,dan sering juga melanggar aturan disekolah,seperti membolos,tidak mengerjakan tgs,dan lain sebagainya sedangkan murid sma itu disebut labil dia susah disebut remaja,ataupun dewasa karena masih ada sifat  kekanak-kanakannya,murid sma tersebut kadang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri  karena dia tau mana yang baik dan mana yang buruk sehingga dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri maka dari itu sma kurang bermasalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar